<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>ISLAM SEBAGAI PANDUAN</title>
	<atom:link href="http://pakustadz07.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pakustadz07.wordpress.com</link>
	<description>هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ شَهِيدًا</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Dec 2010 02:52:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='pakustadz07.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>ISLAM SEBAGAI PANDUAN</title>
		<link>http://pakustadz07.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://pakustadz07.wordpress.com/osd.xml" title="ISLAM SEBAGAI PANDUAN" />
	<atom:link rel='hub' href='http://pakustadz07.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Hidup Di Era Menjelang Hadirnya Puncak Fitnah</title>
		<link>http://pakustadz07.wordpress.com/2010/12/10/hidup-di-era-menjelang-hadirnya-puncak-fitnah/</link>
		<comments>http://pakustadz07.wordpress.com/2010/12/10/hidup-di-era-menjelang-hadirnya-puncak-fitnah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Dec 2010 02:52:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pakustadz07</dc:creator>
				<category><![CDATA[dakwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakustadz07.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Hidup di dunia merupakan sebuah perjalanan panjang menghadapi ujian dari waktu ke waktu. Setiap orang yang mengaku beriman pasti diuji Allah dalam hidupnya. Jika seseorang tidak mau diuji caranya mudah. Tinggalkan saja pengakuan diri sebagai seorang beriman. Selesai, dia tidak bakal diuji lagi oleh Allah. Sehingga syaithan-pun tertawa, dan itu berarti pekerjaan syaithan sudah selesai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pakustadz07.wordpress.com&amp;blog=4052762&amp;post=34&amp;subd=pakustadz07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hidup di dunia merupakan sebuah perjalanan panjang menghadapi ujian dari waktu ke waktu. Setiap orang yang mengaku beriman pasti diuji Allah dalam hidupnya. Jika seseorang tidak mau diuji caranya mudah. Tinggalkan saja pengakuan diri sebagai seorang beriman. Selesai, dia tidak bakal diuji lagi oleh Allah. Sehingga syaithan-pun tertawa, dan itu berarti pekerjaan syaithan sudah selesai terhadap orang itu karena ia lebih memilih <span style="text-decoration:underline;">kekafiran</span> sebagai jalan hidup daripada <span style="text-decoration:underline;">keimanan</span>. Namun bagi seorang yang mengaku beriman, maka mustahil ia dapat menghindari ujian dalam hidupnya. Sebab Allah memang sengaja menghadapkannya kepada ujian hidup agar tersingkap siapa sesungguhnya dirinya. Apakah ia seorang yang <span style="text-decoration:underline;">jujur</span> dalam pengakuan keimanannya? Ataukah ia sekedar <em>lip service</em> alias <span style="text-decoration:underline;">dusta</span> yakni manis di mulut namun faktanya berperilaku, bersikap, berfikir layaknya seorang yang tidak beriman.</p>
<p>أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ ﴿٢﴾وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ ﴿٣﴾</p>
<p><em>Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, &#8220;Kami telah beriman&#8221;, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.</em> (QS. Al-Ankabut [29] 2-3)</p>
<p>Jadi, Allah menyajikan <em>fitnah</em> atau ujian bagi orang beriman supaya menjadi jelas siapa jatidiri sesungguhnya di mata Allah. Apakah ia seorang muslim-mukmin yang jujur ataukah muslim yang dusta. Dan bila tingkat kedustaannya sedemikian mendasar dan meluas, maka bukan mustahil ia bahkan akan dinilai Allah sebagai seorang <em>munafiq</em>. <em>Wa na’udzubillaahi min dzaalika</em>. Sebab di antara ciri orang beriman sejati ialah mustahil berdusta.</p>
<p>قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيَكُونُ الْمُؤْمِنُ جَبَانًا فَقَالَ نَعَمْ فَقِيلَ لَهُ أَيَكُونُ الْمُؤْمِنُ بَخِيلًا فَقَالَ نَعَمْ فَقِيلَ لَهُ أَيَكُونُ الْمُؤْمِنُ كَذَّابًا فَقَالَ لَا</p>
<p><em>Telah menceritakan kepadaku Malik dari Shafwan bin Sulaim berkata; &#8220;Ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam, &#8220;Apakah seorang mukmin bisa menjadi penakut?&#8221; Beliau menjawab: &#8216;Ya.&#8221; Kemudian ditanya lagi; &#8220;Apakah seorang mukmin bisa menjadi bakhil?&#8221; Beliau menjawab: &#8220;Ya.&#8221; Lalu ditanyakan lagi; &#8220;Apakah seorang mukmin bisa menjadi pembohong?&#8221; Beliau menjawab: &#8220;Tidak.&#8221;</em> (HR. Malik No. 1571)</p>
<p>Ujian paling berat dalam kehidupan di dunia ialah sosok Ad-Dajjal. Semenjak manusia pertama dihadirkan ke muka bumi hingga datangnya hari Kiamat ummat manusia tidak dihadapkan kepada <em>fitnah</em> yang lebih dahsyat daripada <em>fitnah </em>Ad-Dajjal.</p>
<p>قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَهْبَطَ اللَّهُ إِلَى الأَرْضِ مُنْذُ خَلَقَ آدَمَ إِلَى أَنْ تَقُومَ السَّاعَةُ فِتْنَةً أَعْظَمَ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ</p>
<p><em>“Allah tidak menurunkan ke muka bumi —sejak penciptaan Adam as hingga hari Kiamat— fitnah yang lebih dahsyat daripada fitnah Ad-Dajjal.”</em> (HR. Thabrani No. 1672)</p>
<p>Sedemikian seriusnya urusuan ini sehingga Nabi <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa Salam</em> menegaskan bahwa para <em>Nabiyullah</em> sebelum beliau  selalu memperingatkan ummatnya masing-masing akan bahaya <em>fitnah</em> Ad-Dajjal. Tidak ada seorang Nabipun yang diutus Allah ke muka bumi kecuali memperingatkan ummatnya akan puncak fitnah tersebut.</p>
<p>خَطَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ الْمَسِيحَ الدَّجَّالَ فَأَطْنَبَ فِي ذِكْرِهِ ثُمَّ قَالَ مَا بَعَثَ اللَّهُ مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا قَدْ أَنْذَرَهُ أُمَّتَهُ لَقَدْ أَنْذَرَهُ نُوحٌ أُمَّتَهُ وَالنَّبِيُّونَ مِنْ بَعْدِهِ</p>
<p><em>Pada saat Haji Wada&#8217; Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihi wasallam berkhutbah, beliau menyebut-nyebut Al-Masih Ad-Dajjal kemudian beliau terus menyebutnya berulang kali hingga beliau bersabda: &#8220;Tidaklah Allah mengutus seorang Nabi melainkan telah memperingatkan umatnya tentang Dajjal. Dan Nabi Nuh ’alaihis-salam telah menperingatkan hal itu kepada umatnya, juga para Nabi yang datang sesudahnya.&#8221;</em> (HR. Ahmad No. 5909)</p>
<p>Para sahabat Nabi Muhammad <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa Salam</em> juga sangat peduli dengan urusan puncak fitnah ini. Sehingga dalam obrolanpun mereka biasa memperbincangkan persoalan Ad-Dajjal. Sungguh berbeda dengan obrolan manusia di era yang katanya modern ini.</p>
<p>ذُكِرَ الدَّجَّالُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَأَنَا لَفِتْنَةُ بَعْضِكُمْ أَخْوَفُ عِنْدِي مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ وَلَنْ يَنْجُوَ أَحَدٌ مِمَّا قَبْلَهَا إِلَّا نَجَا مِنْهَا وَمَا صُنِعَتْ فِتْنَةٌ مُنْذُ كَانَتْ الدُّنْيَا صَغِيرَةٌ وَلَا كَبِيرَةٌ إِلَّا لِفِتْنَةِ الدَّجَّالِ</p>
<p><em>Dajjal disebut-sebut di dekat Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa salam lalu beliau bersabda, &#8220;Sungguh fitnah sebagian dari kalian lebih aku takutkan dari fitnahnya Dajjal. Dan tiada seseorang dapat selamat dari aneka fitnah sebelum fitnah Ad-Dajjal melainkan pasti selamat pula darinya (fitnah Ad-Dajjal) setelahnya. Dan tiada fitnah yang dibuat sejak adanya dunia ini —baik kecil ataupun besar— kecuali untuk menyambut fitnah Ad-Dajjal.&#8221;</em> (HR. Ahmad No. 22215)</p>
<p>Berdasarkan hadits di atas berarti kondisi <em>fitnah</em> di dunia akan kian memuncak seiring dengan semakin dekatnya saat keluarnya Ad-Dajjal. Sungguh kita wajib waspada menghadapi keadaan dunia saat menjelang munculnya puncak fitnah tersebut. Sehingga Nabi <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa Salam</em> bersabda: <em>Dan tiada seseorang dapat selamat dari aneka fitnah sebelum fitnah Ad-Dajjal melainkan pasti selamat pula darinya (fitnah Ad-Dajjal) setelahnya</em>. Yang berarti hal sebaliknyapun bakal terjadi: Barangsiapa yang terjatuh ke dalam jeratan aneka <em>fitnah</em> sebelum <em>fitnah </em>Ad-Dajjal, niscaya ia bakal terjatuh ke dalam jeratan <em>fitnah</em> Ad-Dajjal sesudahnya.</p>
<p>Sungguh, keadaan dunia dewasa ini sedemikian diselimuti oleh aneka <em>fitnah</em> sehingga banyak sekali ummat manusia yang terjerat ke dalamnya, tanpa kecuali sebagian kaum muslimin yang mengaku beriman. Dan celakanya, tidak sedikit di antara mereka yang menganggap ringan akan hal ini. Padahal ada yang sampai terjerat <em>fitnah</em> yang bukan saja mengakibatkan dirinya menjadi berdosa —di sisi Allah— secara biasa-biasa saja. Melainkan ia telah terjerat ke dalam <em>fitnah</em> yang mengakibatkan batalnya (terhapusnya) eksistensi iman dirinya di mata Allah. <em>Wa na’udzubillah min dzaalika</em>.</p>
<p>بَادِرُوا فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا وَيُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنْ الدُّنْيَا</p>
<p><em>Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda: &#8220;Bersegeralah beramal sebelum datangnya rangkaian fitnah seperti sepenggalan malam yang gelap gulita, seorang laki-laki di waktu pagi mukmin dan di waktu sore telah kafir, dan di waktu sore beriman dan paginya menjadi kafir, ia menjual agamanya dengan kesenangan dunia.&#8221;</em> (HR. Ahmad No. 8493)</p>
<p>Sejujurnya, dunia dewasa ini menawarkan jebakan <em>fitnah</em> secara lengkap. <em>Fitnah</em> meliputi segenap aspek kehidupan manusia modern. <em>Fitnah</em> dapat ditemukan dalam aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, pendidikan, medis, militer, pertahanan keamanan, media-massa, hiburan, olah-raga bahkan pemahaman dan pelaksanaan ajaran agama…! Singkat kata, rangkaian <em>fitnah</em> yang menyebabkan dunia modern menjadi laksana sepenggalan malam yang gelap-gulita, telah membentuk dirinya menjadi sebuah peradaban dunia yang penuh kezaliman dan penyimpangan dari petunjuk Allah, Pencipta, Pemilik, Pemelihara dan Penguasa alam raya.</p>
<p>Pantaslah bilamana seorang penulis muslim berkebangsaan Inggris bernama Ahmad Thomson menyebut dunia modern sebagai sebuah Sistem Dajjal. Ia menulis di dalam bukunya: Dajjal memiliki tiga sisi/aspek:</p>
<ul>
<li>Dajjal sebagai oknum.</li>
<li>Dajjal sebagai gejala sosial budaya global.</li>
<li>Dajjal sebagai kekuatan yang tidak tampak/kekuatan gaib/kekuatan sihir.</li>
</ul>
<p>Menurut pendapat ulama, dua aspek yang terakhir akan didirikan sebelum Dajjal sebagai oknum muncul. Artinya, ia akan muncul ketika sistem pendukung yang dibutuhkan berada di tempatnya di seluruh dunia baik secara langsung atau tidak langsung. (<strong>Sistem Dajjal</strong>; Ahmad Thomson; Penerbit Semesta, halaman 1)</p>
<p>Yang lebih mengkhawatirkan lagi ialah kenyataan bahwa berdasarkan sebuah hadits Nabi <em>Shallallahu &#8216;alaihi wa Salam</em> ternyata kondisi masyarakat dunia dewasa ini telah memenuhi dua pra-syarat menjelang keluarnya Ad-Dajjal. Pertama, kebanyakan manusia sudah tidak peduli membicarakan persoalan Ad-Dajjal. Dan kedua, bahkan para juru da’wah-pun sudah tidak memperingatkan ummat akan betapa bahayanya puncak <em>fitnah</em> tersebut.</p>
<p>سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَخْرُجُ الدَّجَّالُ حَتَّى يَذْهَلَ النَّاسُ عَنْ ذِكْرِهِ وَ حَتَّى تَتْرُكَ الْأَئِمَّةُ ذِكْرَهُ عَلَى الْمَنَابِرِ</p>
<p><em>Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihiwasallam bersabda, “Ad-Dajjal tidak akan keluar sampai manusia tidak lagi menyebut-nyebutnya dan sampai para Imam tidak lagi menyebutkannya di atas mimbar-mimbar.&#8221;</em> (HR. Ahmad No. 16073)</p>
<p>Manusia modern menganggap pembicaraan soal Ad-Dajjal merupakan pembicaraan yang tidak realistik dan bermuatan mitos atau legenda. Barangsiapa membicarakan soal urusan yang satu ini pasti dianggap orang aneh dan ketinggalan zaman alias orang jadul (zaman dulu). Padahal para sahabat justeru sangat peduli sehingga urusan<em> </em>Ad-Dajjal sering masuk dalam obrolan di antara sesama mereka. Demikian pula para penyeru da’wah, ustadz, imam, kyai, pemuka agama, ulama dan muballigh di atas mimbar-mimbar dewasa ini semakin sedikit yang memandang penting memperingatkan ummat akan bahaya puncak <em>fitnah</em> ini. Padahal tidak seorang Nabi-pun yang diutus Allah kecuali telah memperingatkan ummatnya masing-masing akan bahayanya. Dan peradaban dunia modern yang dikomandani kaum kuffar Barat sangat cocok untuk dijuluki sebagai sebuah Sistem Dajjal.</p>
<p>Bila kita memahami masalah di atas dengan jujur dan obyektif, niscaya kita dapat mengerti mengapa begitu banyak masalah pelik terjadi di negeri ini bahkan di seluruh dunia. Ideologi yang ditawarkan ialah materialisme, sekularisme, pluralisme dan liberalisme. Politiknya <span style="text-decoration:underline;">Machiavelli</span> (tujuan menghalalkan segala cara) dan <span style="text-decoration:underline;">Demokrasi</span> (bukan Allah yang berdaulat melainkan manusia). Ekonominya <span style="text-decoration:underline;">ribawi-yahudi</span> (mengandalkan bunga bank). Tatanan sosialnya <span style="text-decoration:underline;">berhirarki alias berkasta</span> (sesama manusia saling menyembah/menghamba satu sama lain). Hukumnya mengabaikan hukum Allah berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah (yang berlaku hukum bikinan manusia alias hukum <em>thaghut</em>). Budayanya <span style="text-decoration:underline;">hedonisme</span> (menghamba kepada pemenuhan hawa nafsu). Militernya berprinsip <span style="text-decoration:underline;"><em>right or wrong is my country</em></span> (tidak bertujuan hidup mulia di bawah naungan syariat atau mati syahid). Media-massa mempunyai motto <span style="text-decoration:underline;"><em>bad news is good news</em></span> sehingga cenderung tebar fitnah, gosip, fenomona kemusyrikan, kekerasan, <em>glamour</em> dan seks bebas. Sedangkan praktek beragama masyarakat cenderung <em>taqlid</em> alias asal melestarikan tradisi nenek-moyang, bukan merujuk kepada petunjuk Allah dan RasulNya sehingga fenomena pengkultusan para pemuka agama merebak.</p>
<p>Dalam keadaan dunia kacau dan sarat kezaliman seperti sekarang ini sangatlah mungkin bila oknum Ad-Dajjal tampil ke panggung dunia menipu, menyihir dan mengelabui ummat manusia. Dengan mudah ia akan disambut dan dipandang sebagai sang penyelamat oleh para pengelola dunia modern yang hakikatnya telah lama mempersiapkan peradabannya menjadi sebuah Sistem Dajjal. Saudaraku, waspadalah. Kita sedang hidup di era menjelang hadirnya puncak <em>fitnah</em>.</p>
<p>اللهم إني أعوذبك بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ</p>
<p><em>&#8220;Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab jahannam, azab kubur, fitnah kehidupan dan kematian serta dari jahatnya fitnah Al-Masih Ad-Dajjal&#8221;</em> (HR. Muslim No. 924)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber : <a href="http://www.eramuslim.com/nasihat-ulama/hidup-di-era-menjelang-hadirnya-puncak-fitnah.htm">eramuslim.com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pakustadz07.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pakustadz07.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pakustadz07.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pakustadz07.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pakustadz07.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pakustadz07.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pakustadz07.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pakustadz07.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pakustadz07.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pakustadz07.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pakustadz07.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pakustadz07.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pakustadz07.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pakustadz07.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pakustadz07.wordpress.com&amp;blog=4052762&amp;post=34&amp;subd=pakustadz07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakustadz07.wordpress.com/2010/12/10/hidup-di-era-menjelang-hadirnya-puncak-fitnah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/badcd4368d96ce5ad050042439c6305d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pakustadz07</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kuburan Massal Korban Pembantaian Serbia Kembali Ditemukan di Bosnia</title>
		<link>http://pakustadz07.wordpress.com/2010/12/10/kuburan-massal-korban-pembantaian-serbia-kembali-ditemukan-di-bosnia/</link>
		<comments>http://pakustadz07.wordpress.com/2010/12/10/kuburan-massal-korban-pembantaian-serbia-kembali-ditemukan-di-bosnia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Dec 2010 02:42:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pakustadz07</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakustadz07.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah kuburan massal, yang diyakini merupakan korban pembantaian Srebrenitsa pada tahun 1995, ditemukan oleh pejabat Bosnia. Kuburan massal tersebut ditemukan di desa Bosnia timur Kaldrmica. Sepuluh tulang belulang lengkap telah digali sejauh ini, bersama dengan pistol cartridge. Para pejabat mengatakan beberapa tulang belulang yang lain akan segera digali. Pasukan Serbia Bosnia yang dipimpin oleh Jenderal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pakustadz07.wordpress.com&amp;blog=4052762&amp;post=31&amp;subd=pakustadz07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah kuburan massal, yang diyakini merupakan korban pembantaian Srebrenitsa pada tahun 1995, ditemukan oleh pejabat Bosnia.</p>
<p>Kuburan massal tersebut ditemukan di desa Bosnia timur Kaldrmica.</p>
<p>Sepuluh tulang belulang lengkap telah digali sejauh ini, bersama dengan pistol cartridge. Para pejabat mengatakan beberapa tulang belulang yang lain akan segera digali.</p>
<p>Pasukan Serbia Bosnia yang dipimpin oleh Jenderal Ratko Mladich menguasai kota timur Srebrenitsa, membunuh sekitar 8.000 pria Muslim dan anak laki-laki Bosnia.</p>
<p>Beberapa kuburan massal telah ditemukan sejak saat itu, yang menurut pejabat Bosnia yakini sebagai sisa-sisa korban pembantaian Srebrenitsa yang dilakukan oleh tentara Serbia.</p>
<p>&#8220;Kuburan di desa Kaldrmica sangat mungkin merupakan kuburan massal utama, yang hal itu berarti bahwa para korban dimakamkan di lokasi eksekusi, sebagai antisipasi dari kuburan sekunder, para korban kemudian dialihkan kesana untuk menutupi kejahatan itu&#8221;, dikutip Reuters atas pernyataan Lejla Cengic, juru bicara Lembaga untuk orang hilang Bosnia.</p>
<p>Pembantaian muslim Bosnia dikenal sebagai kekejaman kedua terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II.</p>
<p>Perang pada tahun 1992-1995 terjadi terutama setelah pecahnya Yugoslavia. Bosnia Serbia, didukung oleh pemerintah Serbia, tidak setuju dengan perpisahan itu dan memboikot referendum.</p>
<p>Mereka kemudian menyerang Republik Bosnia dan Herzegovina, melakukan pembersihan etnis, pemerkosaan massal, dan genosida.(fq/prtv)</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.eramuslim.com/berita/dunia/kuburan-massal-korban-pembantaian-serbia-kembali-ditemukan-di-bosnia.htm">eramuslim.com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pakustadz07.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pakustadz07.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pakustadz07.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pakustadz07.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pakustadz07.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pakustadz07.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pakustadz07.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pakustadz07.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pakustadz07.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pakustadz07.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pakustadz07.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pakustadz07.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pakustadz07.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pakustadz07.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pakustadz07.wordpress.com&amp;blog=4052762&amp;post=31&amp;subd=pakustadz07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakustadz07.wordpress.com/2010/12/10/kuburan-massal-korban-pembantaian-serbia-kembali-ditemukan-di-bosnia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/badcd4368d96ce5ad050042439c6305d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pakustadz07</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hijrah adalah Satu dari Tiga Pilar Penegakan Islam</title>
		<link>http://pakustadz07.wordpress.com/2010/12/10/hijrah-adalah-satu-dari-tiga-pilar-penegakan-islam/</link>
		<comments>http://pakustadz07.wordpress.com/2010/12/10/hijrah-adalah-satu-dari-tiga-pilar-penegakan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Dec 2010 02:36:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pakustadz07</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakustadz07.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Hari ini adalah hari terakhir tahun 1431 Hijriyah. Kalau Allah beri kita umur tambahan, insya Allah nanti sore setelah mata hari tenggelam kita akan memasuki awal tahun 1432 Hijriyah. Pelajaran apa yang kita dapatkan dari peristiwa Hijrah, khususnya Hijrah Rasul SAW dan para sahabat ke Madinah? Inilah pertanyaan yg selalu kita tanyakan pada diri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pakustadz07.wordpress.com&amp;blog=4052762&amp;post=28&amp;subd=pakustadz07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Hari ini adalah hari terakhir tahun 1431 Hijriyah. Kalau Allah beri kita umur tambahan, insya Allah nanti sore setelah mata hari tenggelam kita akan memasuki awal tahun 1432 Hijriyah.</p>
<p>Pelajaran apa yang kita dapatkan dari peristiwa Hijrah, khususnya Hijrah Rasul SAW dan para sahabat ke Madinah? Inilah pertanyaan yg selalu kita tanyakan pada diri kita saat melewati pergantian tahun Hijriyah, atau saat memasuki tahun baru Hijriyah.</p>
<p>Hijrah adalah satu dari tiga pilar Islam, yakni Iman, Hijrah dan Jihad. Inilah tiga pilar Islam yang menyebabkan Islam bisa tegak dalam diri, dalam rumah tangga, dalam masyarakat dan bahkan dalam sebuah pemerintahan, atau negara.</p>
<p>Bila salah satu ditinggalkan, maka bangunan Islam itu tidak akan pernah berdiri dengan kokoh, lurus dan sempurna, bahkan menjadi miring dan tidak akan lama bertahan kemudian roboh. Allah menjelaskan :</p>
<p><em>&#8220;Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&#8221;</em> (QS. Al-Baqarah [2] : 218)</p>
<p>Sesungguhnya bangunan Islam, baik dalam diri, rumah tangga, masyarakat apalagi dalam bentuk negara dan pemerintahan sudah roboh sejak tahun 1924, saat robohnya Khilafah Utsmaniyah yang berpusat di Turki di tangan Mustafa Kemal Ataturk.</p>
<p>Sejak itu, sampai saat ini, bangunan Islam belum berhasil di tegakkan kembali. Sebabnya jelas, karena umat Islam belum memiliki tiga tiang pilar tersebut dalam waktu yang bersamaan. Pilar iman saja tidak cukup, apalagi hanya pilar hijrah atau jihad saja. Begitu pula, jika pilar iman masih lemah, maka pilar hijrah dan pilar jihad juga akan ikut lemah.</p>
<p>Sesungguhnya tiga pilar tersebut merupakah kehendak robbani yang tidak mungkin diganti lagi. Itu adalah ketetapan sang Pencipta alam semesta. Dengan tiga pilar itulah Islam ini ditegakkan oleh Rasul SAW, sehingga bisa bertahan 13 abad lamanya.</p>
<p>Jika kita ingin merekonstruksi bangunan Islam ini kembali ke dalam kehidupan nyata khususnya pemerintahan dan negara, apalagi khilafah, maka ketiga pilar tersebut harus kita miliki terlebih dulu.</p>
<p>Tanpa ketiga pilar tersebut, mustahil bangunan Islam itu dapat tegak kembali. Bisa-bisa apa yang kita harapkan tak lebih dari fatamorgana. <em>Allahu a&#8217;lam</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber : <a href="http://www.eramuslim.com/nasihat-ulama/hijrah-adalah-satu-dari-tiga-pilar-penegakan-islam.htm">eramuslim.com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pakustadz07.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pakustadz07.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pakustadz07.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pakustadz07.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pakustadz07.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pakustadz07.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pakustadz07.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pakustadz07.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pakustadz07.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pakustadz07.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pakustadz07.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pakustadz07.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pakustadz07.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pakustadz07.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pakustadz07.wordpress.com&amp;blog=4052762&amp;post=28&amp;subd=pakustadz07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakustadz07.wordpress.com/2010/12/10/hijrah-adalah-satu-dari-tiga-pilar-penegakan-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/badcd4368d96ce5ad050042439c6305d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pakustadz07</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Generasi Al-Quran yang Unik</title>
		<link>http://pakustadz07.wordpress.com/2009/04/09/generasi-al-quran-yang-unik/</link>
		<comments>http://pakustadz07.wordpress.com/2009/04/09/generasi-al-quran-yang-unik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Apr 2009 00:59:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pakustadz07</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakustadz07.wordpress.com/2009/04/09/generasi-al-quran-yang-unik/</guid>
		<description><![CDATA[Dakwah Islamiyah telah melahirkan satu generasi manusia, generasi sahabat Rasulullah SAW, Ridhwanullahi alaihim. Yaitu suatu generasi yang paling istimewa di dalam sejarah Islam dan sejarah kemanusiaan lainnya. Generasi itu tidak pernah muncul dan timbul lagi sesudah itu, walaupun terdapat juga beberapa pribadi dan tokoh tertentu di sepanjang sejarah, tetapi tidaklah lahir lagi segolongan besar manusia, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pakustadz07.wordpress.com&amp;blog=4052762&amp;post=18&amp;subd=pakustadz07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dakwah Islamiyah telah melahirkan satu generasi manusia, generasi sahabat Rasulullah SAW, Ridhwanullahi alaihim. Yaitu suatu generasi yang paling istimewa di dalam sejarah Islam dan sejarah kemanusiaan lainnya.</p>
<p>Generasi itu tidak pernah muncul dan timbul lagi sesudah itu, walaupun terdapat juga beberapa pribadi dan tokoh tertentu di sepanjang sejarah, tetapi tidaklah lahir lagi segolongan besar manusia, di satu tempat yang tertentu pula, seperti yang telah muncul dan lahir di dalam generasi pertama dakwah ini.</p>
<p>Ini adalah satu fakta dan kenyataan yang tak terbantahkan yang di dalamnya mengandung nilai-nilai tertentu yang perlu kita perhatikan dan renungkan dengan sungguh-sungguh, agar dapat kita menyelami rahasianya.</p>
<p>Al-Quran yang menjadi sumber dakwah ini masih berada bersama-sama kita. Hadis Rasulullah SAW dan petunjuk-petunjuk perjalanan hidup dan sirahnya yang mulia itu juga masih ada di samping kita. Keduanya juga telah ada bersama-sama dengan generasi yang terdahulu itu, tidak hilang oleh perjalanan sejarah dan tidak lapuk oleh perkembangan zaman; hanya diri Rasulullah SAW saja yang tidak lagi bersama kita sekarang. Inikah rahasia perbedaan antara generasi sahabat dengan generasi kita saat ini?</p>
<p>Allah SWT telah memberikan jaminan untuk memelihara Al-Quran, dan telah mengetahui bahwa dakwah ini harus terus tegak selepas zaman Rasulullah SAW. Setelah membuahkan hasil yang baik; lalu diwafatkan-Nya Rasulullah SAW setelah 23 tahun beliau menjalankan tugas dakwah dan menyampaikan tugas kenabian. Allah SWT akan tetap memelihara agamaNya ini hingga ke hari kiamat. Dengan demikian, maka ketiadaan diri Rasulullah SAW itu tidak boleh dijadikan jawaban atas kegagalan dakwah di zaman ini.</p>
<p>Pasti ada sebab lain yang membedakan antara generasi kita dengan generasi sahabat Rasulullah saw. Mari kita lihat pada sumber rujukan generasi pertama itu. Mungkin<br />
sesuatunya telah berubah. Kemudian kita lihat pula kepada program dan jalan yang telah dilalui mereka, barangkali ada sesuatu yang berlainan dengan kita.</p>
<p>Sumber pokok yang dijadikan rujukan oleh generasi pertama itu ialah Al-Quran, hanya Al-Quran saja. Hadis Rasulullah SAW dan petunjuk-petunjuk beliau adalah semata-mata merupakan penafsiran kepada sumber utama itu. Ketika `Aisyah Radhiallahu&#8217;anha ditanya mengenai perilaku dan perjalanan hidup Rasulullah SAW maka beliau menjawab: “Perilaku dan perjalanan hidup beliau [Rasulullah SAW] itu ialah Al-Quran” (Hadis riwayat Nasai)</p>
<p>Hanya Al-Quran sajalah yang menjadi sumber panduan mereka, perjalanan hidup dan gerak-gerik mereka. Ini bukanlah karena umat manusia di zaman itu tidak punya peradaban, tidak punya kebudayaan, tidak punya pelajaran, tidak punya buku karangan dan tidak punya kajian!</p>
<p>Sekali lagi tidak! Karena sebenarnya di zaman itu telah ada peradaban dan kebudayaan Romawi, buku-buku dan undang-undangnya, yang telah dan masih diikut dan dijadikan panduan oleh orang-orang Eropa sampai hari ini. Di sana juga telah wujud peninggalan peradaban Yunani (Greek), ilmu mantiknya, falsafah dan keseniannya, yang juga masih menjadi sumber pemikiran Barat hingga sekarang; malah di sana juga telah wujud peradaban Parsi, keseniannya, sajaknya, syair dan<br />
dongengnya, kepercayaan dan sistem perundangannya, serta peradaban lain,<br />
seperti India, China.</p>
<p>Romawi dan Parsi berada di sekeliling semenanjung Arab, baik di utara maupun di selatan. Ditambah lagi agama Yahudi dan Nasrani yang telah ada di tengah-tengah semenanjung itu sejak berapa lama.</p>
<p>Jadi bukanlah faktor kekurangan peradaban dan kebudayaan duniawi yang menyebabkan generasi pertama itu merujuk kepada Kitab Allah (Al-Quran) saja<br />
dalam masa pertumbuhan mereka, tapi justeru karena “planning” yang telah ditentukan dan program yang telah diatur.</p>
<p>Dalil yang terang atas keadaan ini ialah kemurkaan Rasulullah SAW ketika beliau melihat Sayyidina Umar bin Al-Khattab R.A. memegang sehelai kitab Taurat. Melihat keadaan ini beliau pun bersabda: “Demi Allah sekiranya Nabi Musa masih hidup bersama-sama kamu sekarang ini, tidak halal baginya melainkan mesti mengikut ajaranku.” (Hadis riwayat Al-hafidz Abu Ya&#8217;la dari Hammad dari Asy-sya&#8217;bi dari Jabir)</p>
<p>Yang demikian maka dapatlah diambil kesimpulan bahwa Rasulullah SAW, bermaksud dan mengarahkan supaya sumber panduan dan pengajaran generasi pertama itu, dalam peringkat pertumbuhan mereka, hanya terbatas kepada kitab Allah (Al-Quran) saja supaya jiwa mereka menyatu dengan programNya yang tunggal itu. Karena itulah beliau murka melihat Umar bin Al-Khattab R.A. mencoba mencari panduan lain selain Al-Quran.</p>
<p>Rasulullah SAW bertujuan membentuk satu generasi yang bersih hatinya, bersih pemikirannya, bersih pandangan hidupnya, bersih perasaannya, dan murnii jalan hidupnya dari unsur lain selain landasan Ilahi yang terkandung dalam Al-Quranul Karim.</p>
<p>Generasi sahabat Rasul menerima panduannya dari sumber yang tunggal. Oleh kerana itulah generasi itu telah berhasil membentuk sejarah gemilang di zamannya. Lalu, apakah yang telah terjadi saat ini?</p>
<p>Sumber-sumber panduan itu saat ini telah bercampur baur! Sumber itu telah dimasuki falsafah Yunani (Greek), dongeng-dongeng dan pandangan hidup Parsi, cerita-cerita Israeliat Yahudi, falsafah Ketuhanan ala-Kristian yang telah bercampur baur di dalam tafsir Al-Quran dan ilmu Al-Kalam, dan juga telah dimasuki oleh peninggalan peradaban zaman lampau yang sukar dikikis.</p>
<p>Di samping itu, banyak lagi sumber panduan lain yang telah bercampur baur dengan tafsir Al-Quran, ilmu Al-Kalam, ilmu fiqih dan ilmu usuluddin. Campuran panduan inilah yang telah melahirkan generasi-generasi berikutnya. Karena itulah maka bentuk generasi pertama yaitu generasi para sahabat Rasulullah SAW, tidak lahir lagi setelah mereka.</p>
<p>Memang tak dapat diragukan lagi bahwa bercampur-baurnya sumber panduan itulah yang menjadi faktor utama mengapa generasi berikutnya berlainan sama sekali dari bentuk generasi pertama yang unggul itu.</p>
<p>Di sana, ada satu lagi faktor asasi selain daripada perubahan sumber itu, yaitu berbedanya cara menerima pengajaran antara generasi para sahabat Rasulullah SAW<br />
dengan generasi-generasi kemudiannya.</p>
<p>Mereka, para sahabat Rasulullah di dalam generasi pertama itu, tidak mendekatkan diri mereka dengan Al-Quran dengan tujuan mencari pelajaran dan bahan bacaan. Bukan juga dengan tujuan mencari hiburan dan penglipur lara. Tiada seorang pun dari mereka yang belajar Al-Quran dengan tujuan menambah bekal dan bahan ilmu semata-mata untuk ilmu dan bukan juga dengan maksud menambah bahan ilmu dan akademi untuk mengisi dada mereka saja.</p>
<p>Generasi sahabat mempelajari Al-Quran itu dengan maksud hendak belajar bagaimanakah arahan dan perintah Allah dalam urusan hidup pribadinya dan hidup bermasyarakat. Mereka belajar untuk dilaksanakan dengan segera, seperti seorang perajurit menerima “arahan harian”!</p>
<p>Juga tiada seorang pun dari mereka yang mencari pelajaran tambahan atau pun arahan tambahan dalam satu majelis pengajian atau suatu majelis taklim saja, karena dia tahu bahwa yang demikian itu akan menambah beratnya tugas. Kadang-kadang, mereka cukup dengan hanya sepuluh ayat saja sehingga benar-benar menghafalnya dan dilaksanakan arahan-arahannya seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas&#8217;ud r.a.</p>
<p>Sikap inilah yang terbentuk: yaitu belajar untuk melaksanakan, yang telah menambah<br />
luasnya lapangan hidup mereka, menambah luasnya ma&#8217;rifat dan pengalaman mereka dari ajaran Al-Quran yang tidak mungkin mereka capai kalau sekadar belajar dari Al-Quran dengan tujuan menyelidik dan mengkaji serta membaca saja.</p>
<p>Perasaan belajar untuk melaksanakan ini jugalah yang telah memudahkan mereka bekerja dan meringankan beban mereka yang berat, karena Al-Quran telah menyatu dan menjadi darah daging mereka.</p>
<p>Perasaan ini jugalah yang menjadikan Al-Quran tertanam kuat ke dalam jiwa mereka hingga meresap menjadi panduan dalam gerakan mereka, ia melahirkan pelajaran yang menggerakkan aktivitas, pelajaran yang tidak lagi merupakan teori yang bersarang di dalam kepala manusia dan di halaman kertas dan buku-buku saja. Bahkan ianya menjadi kenyataan yang melahirkan kesan dan peristiwa yang mengubah garisan hidup.</p>
<p>Al-Quran tidak akan memberi dan mencurahkan isi perbendaharaannya kecuali kepada orang yang datang bertumpu kepadanya dengan ruh dan jiwa ini: yaitu ruh dan jiwa ma&#8217;rifat yang membuahkan amal dan tindakan.</p>
<p>Al-Quran datang bukan sebagai sebuah buku penglipur lara, bukan sebagai sebuah buku sastera, juga bukan sebagai buku kesenian, sejarah dan novel; ia datang untuk<br />
dijadikan panduan hidup, panduan Ilahi yang tulen; dan Allah SWf sendiri telah<br />
merasmikan Al-Quran ini sebagai garis pemisah di antara hak dan batil.</p>
<p>Firman Allah:<br />
وَقُرْآنًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرََأهُ عََلى النَّاسِ عََلى مُكْثٍ وَنَزَّْلنَاهُ تَترِي ً لا<br />
“Dan Al-Quran itu telah Kami bagi-bagikan dia agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dengan lambat dan tenang dan Kami menurunkannya dengan beransur-ansur.” (Al-Isra&#8217;: 106)</p>
<p>Al-Quran tidak diturunkan sekaligus. Ia diturunkan mengikut keperluan-keperluan yang senantiasa berubah, mengikuti perkembangan fikiran dan pandangan hidup serta perubahan masyarakat. Ia diturunkan mengikuti perkembangan masalah praktis dan fakta kehidupan masyarakat Islam.</p>
<p>Ayat demi ayat diturunkan untuk suasana tertentu dan peristiwa khusus dan untuk<br />
membongkar isi hati manusia; untuk menggambarkan urusan yang mereka hadapi,<br />
dan menggariskan program kerja mereka dalam sesuatu suasana, juga untuk memperbaiki kekhilapan perasaan dan perjalanan hidup, supaya mereka senantiasa<br />
merasa terikat dengan Allah dalam setiap suasana.</p>
<p>Ia diturunkan secara bertahap agar bisa mengajar mereka mengenal Allah SWT melalui sifat-sifatNya dan juga melalui bukti-bukti perkembangan dan perubahan alam. Dengan demikian mereka akan merasakan bahwa diri mereka terus menerus terikat dengan tunduk kepada Allah SWT, terus menerus di bawah perhatian Ilahi.</p>
<p>Ketika itu, mereka merasakan bahwa mereka sedang hidup di bawah pengawasan Allah SWT secara langsung.</p>
<p>Dasar “belajar untuk melaksanakan terus” itu merupakan faktor utama membentuk generasi pertama dahulu, manakala dasar “belajar untuk, dibuat kajian dan penglipurlara” itulah yang merupakan faktor penting yang melahirkan<br />
generasi-generasi kemudiannya.</p>
<p>Tidak syak lagi bahwa faktor kedua inilah bukti sebab utama mengapa generasi-generasi yang lain itu berlainan sama sekali dengan generasi pertama, generasi para sahabat Rasulullah SAW.</p>
<p>Di sana ada satu lagi faktor yang mesti diperhatikan dan dicatat benar-benar.<br />
Seorang yang menganut Islam itu sebenarnya telah melepas dirinya dari segala sesuatu di masa lampaunya di alam jahiliyah.</p>
<p>Dia merasakan ketika pertama kali menganut Islam, itulah zaman baru dalam hidupnya; terpisah sejauh-jauhnya dari hidupnya yang lampau di zaman jahiliyah. Sikapnya terhadap segala sesuatu yang berlaku di zaman jahiliyah dahulu ialah<br />
sikap seorang yang sangat berhati-hati dan berwaspada.</p>
<p>Dia merasakan bahwa segala sesuatu di zaman jahiliyah dahulu adalah kotor dan tidak sesuai dengan ajaran Islam. Dengan perasaan inilah dia menerima hidayah dan petunjuk Islam yang baru itu dan sekiranya dia didorong oleh nafsunya sesekali, atau sejenak dia merasa tertarik dengan kebiasaannya yang dahulu, atau kalau dia merasa<br />
lemah dari menjalankan tugas dan kewajipan keislamannya sesuatu ketika, niscaya<br />
dia merasa bersalah dan berdosa.</p>
<p>Dia merasakan dari lubuk hatinya bahwa dia perlu membersihkan dirinya dari apa yang berlaku itu; lalu dia berusaha sedaya upaya mengikuti panduan yang digariskan oleh Al-Quran.</p>
<p>Di sana juga terdapat pemisahan secara total antara zaman lampau seseorang Muslim dalam keadaan jahiliyahnya dengan zaman barunya di dalam Islam, yang akan menimbulkan pula pemisahan secara menyuluruh dalam segenap hubungannya dengan masyarakat jahiliyah.</p>
<p>Dia melepas total dengan tata hidup masyarakat jahiliyah dahulu dan berhubungan langsung selama-lamanya dengan masyarakat Islam; walaupun kelihatan pada lahirnya dia sering berhubungan dengan orang-orang musyrik dalam perdagangan<br />
dan pergaulan hidup seharian, tetapi perpisahan perasaan dan pergaulan hidup<br />
seharian adalah dua hal yang berlainan dan berbeda sekali.</p>
<p>Di sana ada semacam pemisahan, yaitu perpisahan suasana jahiliyah dalam kebiasaan dan pandangannya, adat dan tingkah laku, yang timbul dari pemisahan syirik ke akidah tauhid. Dari konsep jahiliyah ke konsep Islam mengenai masalah hakikat hidup dan hakikat wujud; juga timbul dari keberadaannya dengan perkumpulan dan organisasi Islam yang baru, di bawah pimpinan baru, dan sikap memberi segenap perhatian, kepatuhan dan kesetiaan kepada masyarakat, perkumpulan dan organisasi baru di bawah pimpinan baru itu.</p>
<p>Inilah dia persimpangan jalan dan permulaan langkah di jalan baru, langkah yang bebas merdeka dari segala tekanan adat kotor yang dipatuhi sepenuhnya oleh masyarakat jahiliyah dan segala nilai yang menjadi kebiasaannya.</p>
<p>Di sana tiada risiko yang akan ditempuh selain dari ujian dan penderitaan. Namun demikian, mereka secara otomatis telah bertekad bulat untuk tidak akan kembali lagi kepada kebiasaan dan perilaku jahiliyah, buat selama-lamanya.</p>
<p>Kita sekarang sedang berada di tengah-tengah suasana jahiliyah yang serupa dengan suasana jahiliyah yang ada pada zaman kedatangan Islam dahulu. Bahkan, lebih gelap lagi.</p>
<p>Segala sesuatu di sekitar kita ialah jahiliyah konsep hidup manusia sekarang, akidah kepercayaan mereka, adat istiadat dan kebiasan mereka, sumber pelajaran seni dan sastera mereka, peraturan dan undang-undang mereka, hingga banyak perkara yang kita anggap sebagai pelajaran Islam, buku rujukan Islam, falsafah Islam dan pemikiran Islam sebenarnya adalah hasil ciptaan jahiliyah!</p>
<p>Oleh kerana itulah maka nilai Islam saat ini tidak lagi murni dan tidak hidup subur di<br />
dalam jiwa kita. Teori Islam tidak begitu terang lagi di dalam pemikiran dan ide. Di kalangan kita sekarang, tidak lagi muncul suatu generasi manusia raksaksa dari<br />
model yang dilahirkan oleh Islam di zaman pertama dahulu.</p>
<p>Oleh itu, di dalam program gerakan ke-Islaman, kita mesti membebaskan diri di peringkat permulaan, di peringkat taman kanak-kanak lagi, dari berbagai pengaruh jahiliyah yang selalu menghayati kita sekarang.</p>
<p>Kita mesti kembali ke pangkal jalan, kepada sumber yang murni yang telah digali dan ditimba oleh orang-orang sebelum kita; yaitu sumber yang terjamin tidak bercampur baur dengan sumber yang lain.</p>
<p>Kita mesti kembali kepada Al-Quran untuk mendapatkan teori mengenai hakikat wujud seutuhnya dan juga hakikat wujudnya umat manusia dan segala hubungan di antara kedua jenis wujud ini dengan wujud yang hakiki, yaitu wujud Allah SWT.</p>
<p>Dari situlah kita mengambil pandangan terhadap hidup, kita mengambil nilai diri dan akhlak kita, serta kita mengambil panduan dan program pemerintahan, politik, ekonomi dan segala aspek kehidupan kita.</p>
<p>Bila kita kembali kepada Al-Quran, maka kita mestilah kembali berdasarkan kaedah dan dasar “belajar untuk melaksanakan”, bukan dengan kaedah dan dasar belajar untuk sekadar pengetahuan dan menglipur lara.</p>
<p>Kita kembali kepada Al-Quran untuk mengetahui apa yang diinginkan Al-Quran untuk kita lakukan, maka kita lakukan. Dan di dalam perjalanan itu, kita akan bertemu dengan keindahan seni Al-Quran, dengan cerita dan kisah yang heroik dan juga dengan pandangan-pandangan kiamat di dalam Al-Quran, juga dengan logika kesedaran hati nurani di dalam Al-Quran, dan juga dengan semua yang dicari-cari oleh para peneliti&#8230;</p>
<p>Ya, kita akan jumpai semuanya itu. Bukan dengan maksud hendak belajar dan menglipur lara tapi dengan tujuan utama hendak mengetahui apakah pekerjaan yang Al-Quran kehendaki untuk kita kerjakan? Apakah konsep umum yang Al-Quran kehendaki untuk kita berkonsep? Bagaimanakah tuntutan Al-Quran mengenai pandangan dan perasaan kita terhadap Allah SWT? Dan bagaimanakah tuntutan Al-Quran mengenai akhlak kita, realitas hidup kita, dan bagaimanakah corak sistem kita di dalam hidup ini?</p>
<p>Kemudian kita mesti membebaskan diri dari kungkungan masyarakat jahiliyah, dari kungkungan konsep jahiliyah, dari adat busuk jahiliyah dan juga dari pimpinan ala<br />
jahiliyah di dalam hidup diri kita sendiri.</p>
<p>Bukanlah tugas kita untuk berkompromi dengan realitas masyarakat jahiliyah sekarang dan bukan untuk tunduk dan menumpahkan kesetiaan kepadanya. Sebab keadaan realitas jahiliyah itu tidak memungkinkan kita berkompromi dengannya sama sekali.</p>
<p>Tugas utama kita ialah mengubah realitas masyarakat ini. Tugas utama kita ialah mencabut realitas jahiliyah itu dari akarya, realitas yang bertentangan dan melanggar secara prinsif dengan aspirasi Islam dan dengan konsep Islam. Realitas yang menghalang kita dengan menggunakan kekerasan dan tekanan dari kita hidup seperti yang dikehendaki oleh program Ilahi.</p>
<p>Langkah pertama di dalam perjalanan kita ialah menghapuskan masyarakat jahiliyah ini, nilai-nilai dan teori-teorinya. Kita tidak boleh melakukan penyesuaian sedikit<br />
pun untuk kemudian berharap bisa mencari irisan di dalamnya. Sekali lagi tidak!</p>
<p>Karena jalan kita adalah berlainan dan bersimpangan dengan jalan jahiliyah. Seandainya kita mencoba berjalan seiring dengannya, walaupun cuma selangkah, niscaya kita kehilangan pedoman dan kita akan meraba dalam kesesatan.</p>
<p>Dalam hal ini, kita akan menempuh berbagai bentuk kesusahan dan penderitaan, kita akan menyumbangkan pengorbanan yang besar dan dahsyat. Dan ini suatu pilihan yang tidak ada pilihan lain kalau kita benar-benar hendak mengikuti langkah generasi pertama yang ditampilkan oleh Allah, yang telah menghancur dan memusnahkan jalan jahiliyah itu.</p>
<p>Adalah baik sekali bagi kita untuk tetap menyadari bentuk program dan landasan kita, menyadari tabiat sikap kita dan juga tabiat jalan yang mesti kita lalui untuk keluar dari suasana jahiliyah yang telah dilalui oleh generasi yang agung dan unik itu.</p>
<p>maalim fith thariq<br />
www.eramuslim.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pakustadz07.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pakustadz07.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pakustadz07.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pakustadz07.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pakustadz07.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pakustadz07.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pakustadz07.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pakustadz07.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pakustadz07.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pakustadz07.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pakustadz07.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pakustadz07.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pakustadz07.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pakustadz07.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pakustadz07.wordpress.com&amp;blog=4052762&amp;post=18&amp;subd=pakustadz07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakustadz07.wordpress.com/2009/04/09/generasi-al-quran-yang-unik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/badcd4368d96ce5ad050042439c6305d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pakustadz07</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ciri-Ciri Masyarakat Islam</title>
		<link>http://pakustadz07.wordpress.com/2009/04/09/ciri-ciri-masyarakat-islam/</link>
		<comments>http://pakustadz07.wordpress.com/2009/04/09/ciri-ciri-masyarakat-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Apr 2009 00:56:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pakustadz07</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakustadz07.wordpress.com/2009/04/09/ciri-ciri-masyarakat-islam/</guid>
		<description><![CDATA[Sesungguhnya dakwah Islamiyah yang dibawa Nabi Muhammad SAW merupakan mata rantai terakhir dari rangkaian dakwah dan seruan ke jalan Islam yang telah berjalan lama di bawah pimpinan para Rasul dan utusan-utusan Allah yang mulia. Dakwah ini di sepanjang sejarah wujud manusia mempunyai sasaran dan tujuan yang satu. Yaitu, membimbing manusia untuk mengenal Tuhan mereka yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pakustadz07.wordpress.com&amp;blog=4052762&amp;post=17&amp;subd=pakustadz07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sesungguhnya dakwah Islamiyah yang dibawa Nabi Muhammad SAW merupakan mata rantai terakhir dari rangkaian dakwah dan seruan ke jalan Islam yang telah berjalan lama di bawah pimpinan para Rasul dan utusan-utusan Allah yang mulia. Dakwah ini di sepanjang sejarah wujud manusia mempunyai sasaran dan tujuan yang satu. Yaitu, membimbing manusia untuk mengenal Tuhan mereka yang Maha Esa dan Yang Maha Benar, agar mereka menyembah dan mengabdi hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mengubur segala penuhanan terhadap sesama makhluk.</p>
<p>Seluruh umat manusia kecuali segelintir orang saja, tidak ingkar dengan dasar ketuhanan dan tidak menafikan wujudnya Tuhan; tetapi mereka salah pilih dalam hal mengenal hakikat Tuhan yang benar. Mereka menyekutukan Tuhan yang benar dengan tuhan-tuhan yang lain. Bisa dalam bentuk ibadat dan akidah, atau pun dalam bentuk ketaatan di bidang pemerintahan dan kekuasaan.</p>
<p>Dua bentuk itu adalah SYIRIK yang bisa menyebabkan manusia keluar dari agama Allah. Padahal para Rasul sudah mengenalkan Allah swt. kepada mereka. Tapi, mereka mengingkariNya setelah berlalu beberapa masa dan generasi. Mereka pun kembali ke alam jahiliyah, kemudian kembali mensyirikkan Allah, baik dalam bentuk akidah dan ibadat, atau dalam bentuk ketaatan di bidang pemerintahan, atau pun di dalam dua bentuk itu sekaligus.</p>
<p>Inilah dia tabiat dakwah ke jalan Allah di sepanjang sejarah umat manusia. Ia mempunyai tujuan dan sasaran yang satu yaitu “MENYERAH” di dalam pengertian penyerahan diri sepenuhnya, penyerahan diri dan kepatuhan para hamba kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam, menarik umat manusia keluar dari mengabdikan diri kepada sesama hamba Allah, kepada suasana menyembah dan mengabdikan diri kepada Allah SWT, membawa mereka keluar dari sikap patuh dan tunduk kepada sesama hamba Allah di dalam urusan peraturan hidup dan pemerintahan, nilai-nilai dan kebudayaan, untuk bersikap patuh dan tunduk kepada kekuasaan pemerintahan dan peraturan Allah saja di dalam semua urusan hidup.</p>
<p>Untuk inilah Islam datang melalui Nabi Muhammad SAW sebagaimana ia datang melalui para Rasul sebelum beliau. Ia datang untuk membawa umat manusia patuh kepada kekuasaan dan pemerintahan Allah seperti seluruh alam ini berjalan mengikuti landasan peraturan Allah.</p>
<p>Karena manusia bagian dari alam ini, maka manusia mesti patuh kepada peraturan Ilahi. Dengan demikian, kekuasaan yang mengatur urusan hidup dan dunia ini seluruhnya adalah kekuasaan Allah swt.</p>
<p>Manusia tidak boleh mengecualikan dirinya dari peraturan dan undang-undang Allah dengan cara tunduk dan patuh kepada peraturan dan undang-undang yang lain dari peraturan dan undang-undang Allah yang mengatur perjalanan alam dan dunia ini seluruhnya, yang juga mengatur wujud manusia itu sendiri tanpa kehendak dan kemauannya. Sebab mereka (manusia) itu diperintah dengan undang-undang fitrah asal yang dicipta Allah di dalam hidup dan perkembangan mereka, sehat dan sakit mereka, juga hidup dan mati mereka, seperti mereka diperintah berdasarkan undang-undang fitrah asal dalam organisasi mereka dan dalam akibat yang mereka terima dari amal perbuatan mereka. Mereka tidak berhak mengubah sunnah dan peraturan Allah dalam urusan itu, sebagaimana mereka tidak mampu mengubah sunnah Allah mengenai peraturan alam yang mengatur perjalanan dan perkembangan alam itu sendiri.</p>
<p>Oleh kerana itu, mereka harus kembali kepada Islam dengan kerelaan dalam urusan yang berkait dengan urusan kehidupan mereka. Mereka mesti menjadikan syariat Allah SWT sebagai yang memerintah dan berkuasa di dalam seluruh urusan hidup mereka supaya selaras tindakan-tindakan yang dilakukan berdasarkan undang-undang fitrah asal.</p>
<p>Tetapi, jahiliyah yang tegak berdasarkan pengabdian manusia atas sesama manusia, dan juga berdasarkan penyelewengan dari hukum kejadian alam serta berdasarkan perampasan undang-undang buatan manusia dengan undang-undang Allah dan fitrah, itulah bentuk jahiliyah yang telah dihadapi oleh setiap Rasul yang menjalankan dakwah ke jalan penyerahan diri kepada Allah Yang Maha Esa. Itulah bentuk jahiliyah yang telah dihadapi oleh Rasulullah SAW dalam menjalankan dakwahnya.</p>
<p>Jahiliyah tidak menjelma di dalam bentuk teori saja. Ia menjelma dalam bentuk organisasi, dalam bentuk masyarakat dan perkumpulan yang tunduk kepada kemauan dan arahan masyarakat itu, tunduk kepada kehendak konsep, nilai-nilai dan faham, perasaan dan kebiasaan. Ia merupakan masyarakat yang terikat kuat, tersusun, setia, rapi, padu dan tak mungkin direnggangkan. Inilah yang menyebabkan masyarakat itu bergerak, secara sadar atau tak sadar, untuk mengekalkan wujudnya dan mempertahankan hayatnya, menentang dan menghancurkan semua unsur yang membahayakan wujud dan hidupnya dalam bentuk ancaman apa pun.</p>
<p>Karena jahiliyah itu tidak berupa “teori” saja melainkan juga berupa organisasi, maka usaha menghapus jahiliyah itu dan membawa manusia ke jalan Allah sekali lagi harus tidak terbatas dalam soal “teori” saja, karena cara yang demikian tidak akan mempan menghadapi jahiliyah yang telah berakar dan telah lama membumi di dalam masyarakat.</p>
<p>Dasar teoritis yang menjadi asas Islam, di sepanjang sejarah umat manusia, ialah dasar “TIADA TUHAN MELAINKAN ALLAH” (LA ILAAHA ILLALLAH) dengan pengertian mengesakan Allah SWT dengan sifat-Nya sebagai TUHAN, sebagai Penguasa, sebagai Pendidik, sebagai Pemerintah Yang Gagah Perkasa yang mempunyai kuasa mutlak di dalam pemerintahan, Penegasan bentuk iktikad dalam hati, dalam perilaku, dalam bentuk ibadat dan juga dalam bentuk pelaksanaan syariat-Nya pada kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Pengakuan “TIADA TUHAN MELAINKAN ALLAH” tidak akan ada dalam kenyataan dan tidak bisa dianggap lahir dalam sisi hukum melainkan dalam bentuknya yang sempurna seperti ini yang dapat memberikan kepadanya suatu eksistensi yang sebenarnya, yang bisa dianggap seseorang yang mengucapkan syahadat TIADA TUHAN MELAINKAN ALLAH itu seorang Muslim atau bukan Muslim. Arti penjelmaan yang benar dari dasar ini dalam segi teori ialah bahwa seluruh hidup manusia itu diserahkan dan dikembalikan kepada Allah SWT saja.</p>
<p>Mereka tidak bisa melakukan suatu urusan pun mengenai hidup ini dari sisi diri mereka sendiri, bahkan mereka hendaklah menyerah dan mengembalikannya kepada hukum Allah untuk mereka ikuti. Hukum Allah hendaklah mereka kenal dan ambil dari sumber yang satu. Sumber yang berhak menyampaikannya kepada mereka, yaitu Rasulullah SAW. Ini dapat dipastikan dari rangkaian kata yang kedua dari syahadat, yaitu pengakuan bahwa “Muhammad ialah utusan Allah” (Muhammadur Rasulullah).</p>
<p>Itulah dasar teoritis yang dapat dijelmakan oleh Islam. Dasar ini menjadi dasar yang lengkap sempurna bagi kehidupan apabila ia dilaksanakan di seluruh urusan hidup. Setiap orang Muslim menghadapi segala cabang hidup “individu” dan “sosial”, baik di dalam maupun di luar negara Islam, dalam hubungannya dengan sesama anggota masyarakat Islam dan juga dengan masyarakat yang bukan Islam.</p>
<p>Seperti yang telah kita katakan tadi, Islam tidak cukup dengan penjelmaan di dalam bentuk “teori” saja, yang boleh dianut oleh para penganutnya, iktikad kepercayaan saja dan diamalkannya melalui saluran ibadat, sesudah itu mereka pun menjadi individu yang bergerak dan bertindak mengikuti tema masyarakat jahiliyah yang sedang berada di sekelilingnya. Wujud dan hidup mereka secara ini, yakni secara beriktikad kepercayaan dan beribadat secara Islam tapi mengikuti arus jahiliyah dalam segala segi kehidupan sehari-hari, walau jumlah mereka (orang Islam) itu banyak dan mayoritas, tidak mungkin membawa kepada wujudnya Islam secara langsung; karena peribadi-peribadi Muslim rentan yang masuk ke tengah masyarakat jahiliyah akan terpaksa tunduk dan patuh kepada kehendak masyarakat jahiliyah.</p>
<p>Mereka akan bergerak dan bertindak, baik sadar atau tidak, untuk menunaikan kehendak masyarakat jahiliyah itu. Mereka akan ikut mempertahankan hidupnya, mereka juga akan ikut serta menghalangi semua tujuan dan sebab yang bisa mengancam kehidupan masyarakat jahiliyah. Mereka secara otomatis mengikuti jejak anggota masyarakat jahiliyah yang ingin mempertahankan hidupnya dan ingin pula mengekalkan keutuhan masyarakat itu, baik mereka sadari atau tidak, mereka suka atau tidak.</p>
<p>Dengan perkataan lain, orang-orang Islam rentan itu dari segi amalan dan tindakannya, akan ikut memperkuat wujud dan hidupnya masyarakat jahiliyah, sebagaimana mereka juga akan menolak segala faktor yang bisa mengancam hidupnya masyarakat jahiliyah itu. Mereka akan tetap merupakan sel-sel yang memberikan tambahan tenaga kepada hidupnya masyarakat jahiliyah itu.</p>
<p>Ini bertentangan sekali dengan peranan mereka sebagai orang yang ditugaskan untuk menghancurkan masyarakat jahiliyah dan digantikan dengan masyarakat Islam.</p>
<p>Karena itu, dasar teori Islam (akidah) ini harus menjelma di dalam kenyataan hidup masyarakat sejak dini. Selain itu, perlu adanya organisasi yang aktif, organisasi yang sama sekali berlainan dengan organisasi ala jahiliyah, terpisah jauh dari dasar pembentukan masyarakat jahiliyah yang hendak dihapuskan oleh Islam.</p>
<p>Perlu pula keteladanan Rasulullah SAW menjadi teras bagi organisasi ini. Begitu juga keteladanan para sahabat serta para pemimpin umat Islam yang bertujuan menarik manusia kepada jalan Allah, kepada bimbingan dan kekuasaanNya, kepada peraturan dan pemerintahan-Nya.</p>
<p>Setiap orang yang mengucapkan syahadat LA ILAAHA ILLALLAH DAN MUHAMMADUR RASULULLAH mesti mencabut dan menarik setiap kepatuhan dan kesetiaannya kepada organisasi-jahiliyah, yaitu organisasi yang dibentuk oleh dasar dan panduan jahiliyah, dalam bentuk apa pun, baik bentuk kekuasaan agama, yang terdiri dari lembaga pendeta-pendeta, padri-padri, tukang-tukang tenung dan ahli-ahli nujum serta lain-lain lagi, mau pun dalam pimpinan politik dan ekonomi serta contoh yang ada pada kaum Quraisy, dan hendaklah dia menumpahkan segenap kepatuhan dan kesetiaan kepada pembentukan masyarakat Islam dan pimpinan Islamiyahnya.</p>
<p>Semua ini mesti dilaksanakan mulai saat pertama seorang Muslim menganut Islam, saat dia mulai mengucapkan syahadat LA ILAAHA iLLALLAH, DAN MUHAMMADUR RASULULLAH. Karena wujud masyarakat Islam tidak akan terlaksana melainkan dengan syarat ini, tidak cukup dengan semata-mata wujud kepercayaan di dalam hati para individu yang walaupun jumlahnya banyak, tapi tidak membulatkan kepatuhan dan kesetiaan mereka kepada dasar organisasi mereka yang mempunyai wujud dan bentuk hidupnya sendiri, yang memerlukan anggota-anggota yang berusaha sungguh-sungguh bagi tegaknya wujud masyarakat Islam, untuk melebarkan pengaruh dan kekuasaannya, untuk mempertahankan hidupnya dari gangguan dan ancaman.</p>
<p>Mereka bekerja bersama-sama atau bersendirian di bawah suatu komando yang bebas dari segala pengaruh jahiliyah, teratur rapi dan tersusun indah, di bawah arahan yang tegas ke arah pelaksanaan tujuannya, menentang semua halangan yang bisa melemahkannya, dan memberantas segala hal yang membawa munculnya bentuk jahiliyah.</p>
<p>Demikianlah Islam, tumbuh dan hidup subur serta menjelma dalam bentuk teori yang lengkap, yang menjadi pijakan bagi sebuah organisasi yang aktif, terpisah jauh dari pengaruh jahiliyah dan sanggup berhadapan dengan masyarakat jahiliyah.</p>
<p>Islam tidak pernah sama sekali tampil dalam bentuk teori kosong yang tidak berpijak dalam kenyataan dan realitas. Begitulah caranya Islam bisa ditampilkan lagi dan sama sekali Islam tak akan timbul di zaman dan di tempat mana pun tanpa pengertian yang sebenarnya terhadap tabiat dan ciri perkembangannya berdasarkan organisasi yang aktif seperti yang telah diuraikan.</p>
<p>Ketahuilah bahwa Islam mengikuti garis panduan yang telah disebutkan di atas. Yaitu, pembinaan umat Muslim berdasarkan kaedah dan panduannya, serta menegakkan hidupnya melalui organisasi yang aktif, dengan menjadikan akidah sebagai tali penghubung, tidak ada tujuan lain selain hendak memperjuangkan “kemanusiaan manusia” dan hendak meninggikan derajat kemanusiaan itu di atas segala derajat yang lain di dalam hidup manusia itu, yang menjadi panduan bagi segala kaedah, pengajaran, undang-undang dan peraturan-peraturan Islam.</p>
<p>Sesungguhnya makhluk manusia mempunyai persamaan dengan makhluk hewan dalam beberapa sifat tertentu yang menimbulkan sangkaan kepada golongan INTELEKTUAL JAHIL bahwa manusia juga hewan seperti hewan-hewan yang lain dan sekali sekali mereka menyangka bahwa manusia itu adalah makhluk kera seperti kera-kera yang lain.</p>
<p>Walaupun ada banyak persamaan dalam sifat-sifat tertentu dengan hewan dan kera, tetapi manusia itu punya ciri-ciri tertentu yang membedakannya dan juga memisahkannya dengan hewan. Ciri-ciri yang membuat manusia itu menjadi suatu makhluk yang “unik” seperti yang telah diungkapkan sendiri oleh tokoh-tokoh INTELEKTUAL JAHIL di zaman moderen ini; ketika mereka terpaksa berhadapan dengan fakta yang tegas dan nyata walaupun mereka tidak yakin dan tidak jelas dalam pengakuan mereka. (Di antara tokoh yang terkemuka ialah Julian Haxley, seorang tokoh Darwinisme Modern).</p>
<p>Sesungguhnya hasil utama dari dasar Islam dalam persoalan ini, yaitu persoalan membentuk organisasi berdasarkan akidah, tidak berdasarkan perkauman, negeri, warna kulit, bahasa, dan kepentingan daerah dan, dan persoalannya ialah menonjolkan ciri “KEMANUSIAAN MANUSIA” melalui organisasi itu, bukan menonjolkan ciri-ciri yang menjadi sifat persamaan di antara manusia dengan hewan.</p>
<p>Hasil utamanya ialah bahwa masyarakat Muslim itu menjadi sebuah masyarakat terbuka untuk semua bangsa, semua golongan, semua warna kulit, semua bahasa apa pun lalu segala ciri dan kemampuan manusia itu bercampur dan menyatu dalam wadah masyarakat Islam. Dari situlah lahir suatu lembaga raksaksa dalam jangka waktu yang tidak lama, untuk menempa suatu peradaban yang indah dan mengagumkan yang menjangkau seluruh intisari kemampuan manusia di zamannya; sekalipun jarak antara daerah-daerah dan rumpun-rumpun bangsa sangat berjauhan antara satu sama lain. Suatu peradaban yang tidak ada tolok bandingnya, sekalipun di zaman itu hubungan antara daerah dengan daerah sangat sukar dan keadaannya masih primitif.</p>
<p>Di dalam masyarakat Islam yang tiada tolok bandingnya itu, telah berkumpul bangsa Arab, Parsi, Syam, Moroko, Mesir, Turkey, China, Roman, Yunani, India, Indonesia, dan juga orang Afrika, malah seluruh bangsa di dunia ini. Mereka bersatu padu dan bekerjasama dengan eratnya dalam membina masyarakat dan peradaban Islam. Peradaban yang agung, yang tidak pernah sekalipun menjadi peradaban yang dimiliki oleh orang ARAB saja, malah ia menjadi peradaban ISLAM; juga tidak menjadi masyarakat kebangsaan dan perkauman, bahkan menjadi masyarakat yang berlandaskan akidah.</p>
<p>Mereka semuanya berkumpul berdasarkan hubungan persamaan, hubungan kasih mesra dan persaudaraan, dengan memandang jauh ke depan, ke arah satu tujuan. Mereka memberi apa saja yang dapat mereka berikan, tanpa menghilangkan ciri-ciri kebangsaan mereka. Mereka sumbangkan tenaga dan pengalaman peribadi untuk membina masyarakat yang satu berdasarkan persamaan hak, dipadukan oleh tali Allah, yang menonjolkan kemanusiaan mereka.</p>
<p>Masyarakat seperti ini tidak pernah tampil sebelum ini di sepanjang sejarah umat manusia. Masyarakat manusia yang paling masyhur sebutannya di zaman purbakala ialah masyarakat Kekaisaran Romawi yang telah mengumpulkan bermacam-macam jenis manusia, dari segala bangsa dan warna kulit dan bahasa pertuturan.</p>
<p>Tetapi masyarakat itu tidak berdasarkan “tali kemanusiaan” dan tidak juga berpandukan sesuatu nilai yang tinggi berbentuk akidah, karena di sana terdapat perkumpulan berdasarkan perbedaan derajat, kasta dan kelas. Yaitu kelas bangsawan dan kelas hamba sahaya, di seluruh kawasan jajahan kekaisaran itu; juga kelas berdasarkan kesucian dan keagungan darah ROMAN di satu pihak dan kehinaan darah BUKAN ROMAWI di pihak yang lain. Karena itulah masyarakat itu tidak layak disetarakan dengan masyarakat Islam dan tidak dapat menghasilkan kejayaan seperti yang dicapai oleh masyarakat Islam.</p>
<p>Di zaman moderen ini pun beberapa bentuk masyarakat telah berdiri dan telah runtuh. Sebagai contoh, kita ambil masyarakat Kekaisaran Inggeris (Britain), tapi bentuknya tak beda dengan bentuk kekaisaran Romawi yang diikutinya dahulu itu, yang bertujuan memeras dan menindas, telah tegak berdasarkan ketuhanan bangsa Inggeris dan memeras serta menindas rakyat jajahannya demikianlah juga halnya seluruh kekaisaran Eropa lainnya: kekaisaran Spanyol dan Portugis suatu ketika dahulu, dan juga empayar Perancis, semuanya itu sama sahaja taraf dan nilainya, yang memang semuanya berdasarkan pemerasan dan penindasan yang terkutuk!</p>
<p>Tampaknya, komunisme berhasrat mendirikan perkumpulan dan masyarakat manusia bermodel lain, yang melampaui unsur-unsur kebangsaan dan wama kulit, tanahair dan bangsa, tapi tidak dibangun berdasarkan KEMANUSIAAN malah berlandaskan pertentangan KELAS. Yang demikian, maka masyarakat ciptaan Komunisme itu merupakan masyarakat yang setara dengan masyarakat ciptaan Romawi yang satu berdasarkan tingkatan kaum bangsawan (tuan) dan hamba tapi yang satu lagi ini berdasarkan kekuasaan golongan melarat tertindas (proletaria) dan kaum menengah (borjuis) dan ciri emosi yang membakar semangat masyarakat Komunis dan kaum proletariat itu ialah kebencian dan kedengkian terhadap seluruh kelas dan golongan lain.</p>
<p>Masyarakat seburuk ini tidak akan menelurkan hasil apa-apa kecuali mencetuskan gejala-gejala yang paling buruk di dalam sejarah umat manusia karena dari asal kelahirannya, ia menonjolkan ciri-ciri dan sifat hewan dengan beranggapan bahwa keperluan-keperluan asasi bagi manusia itu ialah makan, minum, rumahtangga dan seks, yang semuanya ini adalah tuntutan dan keperluan asasi hewan, dengan anggapan bahwa sejarah umat manusia ini dimulai dengan sejarah mencari makan.</p>
<p>Di antara keindahan Islam itu bahwa ianya tetap bersendirian dan masih tegak di atas panduan Ilahi dengan cara menonjolkan sifat dan ciri-ciri khusus manusia dan mengangkat nilai-nilai kemanusiaan yang begitu tinggi di dalam membentuk masyarakat manusia. Dan sudah pasti Islam akan terus bersendirian di dalam hal ini dan siapa saja yang mencoba menyeleweng ke arah panduan yang lain, menegakkan suatu jalan yang lain, apakah jalan kebangsaan, wama kulit, tempat kelahiran dan kelas, atau jalan-jalan lain yang rendah dan hina, maka orang itu adalah musuh manusia yang jelas.</p>
<p>Orang seperti itu ialah orang yang tidak menginginkan manusia berdiri sendiri dengan ciri-ciri dan sifat-sifat khusus ketika dia mula-mula diciptakan Tuhan. Orang itu ialah orang yang tak menginginkan masyarakatnya memenuhi kebutuhan asasinya dengan lengkap sempurna. Mereka itu orang yang menjadi sasaran firman Allah SWT:</p>
<p>Maksudnya: &#8220;Katakanlah maukah aku beritahu kepada kamu tentang orang yang paling rugi perbuatan-perbuatan mereka, orang-orang yang sia-sia amal perbuatan mereka di dalam hidup dunia ini sedangkan mereka itu menyangka bahwa mereka sebenarnya berbuat baik. Mereka itu ialah orang-orang yang kufur dan tidak bersyukur dan tidak percaya dengan perintah Tuhan mereka dan tidak percaya bahwa mereka akan menghadap Tuhan mereka itu lalu pekerjaan mereka pun menjadi hampa dan Kami tidak berikan pertimbangan dan penilaian apa pun kepada mereka di hari kiamat. Balasan mereka ialah neraka Jahannam karena kekufuran mereka dan karena mereka memperolok-olokkan perintah-perintahKu dan juga rasul-rasul utusanKu&#8221;<br />
(Al Kahfi: 103-106)</p>
<p>Maha Benarlah Allah Yang Maha Agung.</p>
<p>&#8220;Ma&#8217;aalim fith Thariiq &#8220;<br />
    * eramuslim.com © 2000 &#8211; 2009        </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pakustadz07.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pakustadz07.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pakustadz07.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pakustadz07.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pakustadz07.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pakustadz07.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pakustadz07.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pakustadz07.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pakustadz07.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pakustadz07.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pakustadz07.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pakustadz07.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pakustadz07.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pakustadz07.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pakustadz07.wordpress.com&amp;blog=4052762&amp;post=17&amp;subd=pakustadz07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakustadz07.wordpress.com/2009/04/09/ciri-ciri-masyarakat-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/badcd4368d96ce5ad050042439c6305d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pakustadz07</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEKARANG = Zaman JAHILIAH</title>
		<link>http://pakustadz07.wordpress.com/2008/08/07/sekarang-zaman-jahiliah/</link>
		<comments>http://pakustadz07.wordpress.com/2008/08/07/sekarang-zaman-jahiliah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 07:09:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pakustadz07</dc:creator>
				<category><![CDATA[dakwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakustadz07.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[SEKARANG = Zaman JAHILIAH Apa yang sedang terjadi pada zaman sekarang, nampaknya ciri2 dari Zaman jahiliah semuanya dapat kita temuakan pada Era ini, Suatu Zaman yang berpegang teguh bukan kepada aturan Allah swt lagi melainkan Thaugut (Aturan dari manusia belaka). Zaman ini adalah suatu zaman yang dikategorikan oleh Rasul dan sahabat adalah jaman yang penuhdengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pakustadz07.wordpress.com&amp;blog=4052762&amp;post=12&amp;subd=pakustadz07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SEKARANG = Zaman JAHILIAH</p>
<p>Apa yang sedang terjadi pada zaman sekarang, nampaknya  ciri2  dari Zaman jahiliah semuanya dapat kita temuakan pada Era ini, Suatu Zaman yang berpegang teguh bukan kepada aturan Allah swt lagi melainkan <em>Thaugut</em> (Aturan dari manusia belaka). Zaman ini adalah suatu zaman yang dikategorikan oleh Rasul dan sahabat adalah jaman yang penuhdengan Ke_syirikan. kita tidak menyadari bahwa sekarang ini telah terjadi&#8221;syirik AKBAR&#8221; di seluruh penjuru dunia dimana kebanyakan manusia telah menTuhankan manusia yang lain aTaupun  menTuhankan Kehendak Hawanafsunya.<br />
Kebohongan(kedustaan), pencurian, perzinahan, dan hal2 lain yang lebih keji yang belum saya sebutkan adalah merupakan pandangan (makanan) sehari2 yang biasa kita temukan Di ERA ini, bahkan bagi kebanyakan orang,ini merupakan suatu hal yang  wajar (bisa) / lumrah.</p>
<p>Suatu bentuk musibah telah melanda  bangsa kita beturut2 mulai gempa,TSUNAMI,PUTING beliung, kecelakaan pesawat,banjir,kekeringan, longsor dan  musibah2 lain yang belum saya sebutkan merupakan hal yang harus kita pikirkan.<br />
Apa yang terjadi dengan manusia saaat ini. Ada beberapa orang yang beranggapan hal ini, merupakan ujian, cobaan LAKNAT Allah swt, dll. Menurut saya, Apabila kita beranggapan bahwa semua peristiwa ini adalah ujian, maka kita sudah terlalu <span style="text-decoration:underline;">NAIF /SOMBONG</span> tehadap apa yang sudah kita berikan terhadap ALLAh. terserah apa anggapan saudara2 dan temen2 sekalian<br />
Coba perhatikan firman Allah berikut ini:</p>
<p>8:73. <em>Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu[625], niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.</em></p>
<p>padahal Orang-orang terdahulu yang di kasih &#8220;cobaan&#8221; oleh Allah adalah jelas2 orang yang berjuang Menegakan agama Allah,   seperti Nabi Ibrahim, MUSA,Daud, YUSUF, Muhammad dan para sahabat semoga Allah meridhai mereka, adalah orang2 yang berjihad menegakan agama Allah dimuka bumi. Bukan Orang2 yang berdiam diri atau ogah-ogahan, atau tidak mau tahu tentang kebenaran atau dengan kata lain mereka hanya menjalani aktivitas dunia seolah2 &#8220;agama&#8221; yang mereka geluti hanya sekedar ritual belaka<br />
bukan merupakan sistem kehidupan dalam dirinya.</p>
<p>3:142. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad[232] diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.</p>
<p><span style="color:#ff6600;">&#8220;Masya Allah&#8221; </span>apa yang terjadi  denga manusia saat ini . . . . . . . !</p>
<p>Hal ini karena manusia sudah tidak mengetahui hakikat dirinya, kenapa dia dihidupkan didunia.<br />
perhatikan Firman Allah  dibawah ini :</p>
<p>51:56.<em> Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku</em>.</p>
<p>hal ini dimaksudkan  bahwa tujuan  di munculkan-nya manusia oleh Allah semata2 hanya untuk melakukan penghambaan secara total kepada Allah swt, baik secara ritual, syariat, hukum, ekonomi,politik dan sistem kehidupannya. Menghilangkan segenap penyembahan terhadap manusia lain dan hawanafsunya. Penyembahan menurut definisi diatas  hanya bisa terjadi dalam Sistem Dien yang Hak yaitu ISLAM, sebagai mana  yang telah diperjuangkan oleh RASULULLAH SAW, dan para sahabat. Mereka telah menegakan (memperjuangkan) sistem ISLAM sebagai tatanan dan aturan kehidupan untuk seluruh umat manusia dan tidak ada bandingan atau Tandingannya_nya di dunia  dalam Sepanjang sejarah.</p>
<p>3:19.<em> Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam.</em></p>
<p>Sudah jeelas bahwa sistem kehidupan yang diridhai Allah adalah ISLAM   bukan yang lain(THAUGUT). Sudah barang tentu ketika kita menjalankan kehidupan (aktivitas) kita sekarang,harus berdasarkan &#8220;Islam&#8221;, NAMUN sudahkah ada sebuah elemen negara atau pun yang sederajat di dunia ini yang menerapkan ISLAM secara keleluruhan ?  Negara2 yang  Arab yang notabennya adalah Negara Islam  sekalipun ternyata dalam kenyataanya adalah  bersifat <strong><em>&#8220;SEKULER&#8221;</em></strong> alias memasukan yg hak dan yg batil.</p>
<p>Bagaimana kah kita mewujudkannya &#8230;?<br />
Islam membutuhkan  perintis-perintis dalam perjuangannya seperti Rasullullah dan para sahabat , Mereka telah berhasil menegagakan Agama Allah dimuka bumi yang tidak terulang lagi sepanjang sejarah. Kini Giliran para Perintislah yang mewujudkan supaya Agama Allah (ISLAM) ini <span style="color:#0000ff;">bangkit / &#8220;jaya&#8221;/tegak</span> dimuka bumi, untuk sekali lagi memimpin kehidupan manusia dan menghapuskan<br />
segala penyembahan/(menaati aturan) kepada selain ALLAH.</p>
<p>Siapakah  perintis-printis  itu  ?</p>
<p>1.Orang2 yang teruji komintmen Keislamannya,</p>
<p>2.orang2 yang berjuang demi terwujudnya agama yang HAK,</p>
<p>3.Orang2 siap menerima Islam sebagai sistem kehidupannya. 4.Orang2 yang berhijrah meninggalkan kejailiahan &#8220;berikrar&#8221; la ilahaillallah muhammadarrasulullah.<br />
4. orang ini adalah sebuah elemen yang utuh (tidak bisa terpisahkan) dalam mewujudkan tujuan yang mulia ini. Inilah yang<br />
dicontohkan oleh Rasul dan para sahabat semoga Allah meridhai mereka dengan perjuangan mereka.</p>
<p>berhijrah lah seperti orang2 terdahulu &#8230;&#8230;!<br />
4:100. Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.</p>
<p>===&gt; perintah  untuk konsisten thdp islam<br />
30:43. <em>Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus (Islam) sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak (kedatangannya): pada hari itu mereka terpisah-pisah[1172].<br />
</em> ===&gt;perintah masuk ke dalam dien ISLAM<br />
2:256. <em>Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut[162] dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.</em><br />
===&gt; perintah memperjuangkan AGAMA yg hak<br />
8:24. <em>Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu[605], ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya[606] dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.</em><br />
6:153. <em>dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain)[152], karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa</em></p>
<p>agar anda termasuk golongan para perintis maka teruslah gali kebenaran &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;! Pasti ALLAH AKAN memberi <strong>petunjuk jalan  Bgi orang2 yang dikehendaki dan serius dalam perjuangan ini. ingat janji ALLAH </strong>:<br />
9:111. <em>Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.</em><br />
48:18. <em>Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon[1399], maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberibalasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya)</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pakustadz07.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pakustadz07.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pakustadz07.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pakustadz07.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pakustadz07.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pakustadz07.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pakustadz07.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pakustadz07.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pakustadz07.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pakustadz07.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pakustadz07.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pakustadz07.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pakustadz07.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pakustadz07.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pakustadz07.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pakustadz07.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pakustadz07.wordpress.com&amp;blog=4052762&amp;post=12&amp;subd=pakustadz07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakustadz07.wordpress.com/2008/08/07/sekarang-zaman-jahiliah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/badcd4368d96ce5ad050042439c6305d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pakustadz07</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ</title>
		<link>http://pakustadz07.wordpress.com/2008/06/23/9/</link>
		<comments>http://pakustadz07.wordpress.com/2008/06/23/9/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 22:11:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pakustadz07</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakustadz07.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[percobaan بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pakustadz07.wordpress.com&amp;blog=4052762&amp;post=9&amp;subd=pakustadz07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h4><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;"> percobaan</span></h4>
<h4><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ  الرَّحِيمِ</span></h4>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pakustadz07.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pakustadz07.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pakustadz07.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pakustadz07.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pakustadz07.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pakustadz07.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pakustadz07.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pakustadz07.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pakustadz07.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pakustadz07.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pakustadz07.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pakustadz07.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pakustadz07.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pakustadz07.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pakustadz07.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pakustadz07.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pakustadz07.wordpress.com&amp;blog=4052762&amp;post=9&amp;subd=pakustadz07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakustadz07.wordpress.com/2008/06/23/9/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/badcd4368d96ce5ad050042439c6305d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pakustadz07</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://pakustadz07.wordpress.com/2008/06/23/hello-world/</link>
		<comments>http://pakustadz07.wordpress.com/2008/06/23/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 19:23:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pakustadz07</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pakustadz07.wordpress.com&amp;blog=4052762&amp;post=1&amp;subd=pakustadz07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pakustadz07.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pakustadz07.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pakustadz07.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pakustadz07.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pakustadz07.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pakustadz07.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pakustadz07.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pakustadz07.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pakustadz07.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pakustadz07.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pakustadz07.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pakustadz07.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pakustadz07.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pakustadz07.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pakustadz07.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pakustadz07.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pakustadz07.wordpress.com&amp;blog=4052762&amp;post=1&amp;subd=pakustadz07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakustadz07.wordpress.com/2008/06/23/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/badcd4368d96ce5ad050042439c6305d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pakustadz07</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
